Featured

Pengalaman Tes Kemampuan Dasar CPNS 2017

This is the post excerpt.

Iklan

Assalamualaikum Wr Wb.

Alhamdulilah penerimaan CPNS dibuka kembali. Seolah menjadi angin segar bagi yang belum bekerja atau yang ingin mencari pekerjaan yang lebih baik.  Saya ingin berbagi pengalaman saya mengikuti ujian tes kemampuan dasar dengan CAT.  Semoga bermanfaat bagi yang membaca. 

Sejujurnya ini juga kali pertama saya mengikuti ujian CAT. Soal-soal yang diujikan

1. Tes wawasan kebangsaan sebanyak 30 soal dengan bobot nilai benar 5 jika benar dan 0 jika salah.  Jadi isilah semua pertanyaan meski tidak tahu jawabannya karena tidak mengurangi poin.  Isinya tentang pancasila,  uud,  pemerintah daerah dan pusat, sejarah kemerdekaan indonesia,  dll. Menurut saya itulah bagian yang paling susah.  Oleh karenanya usahakan membeli buku agar bisa belajar soal soalnya. Dan bacalah rutin jauh2 hari sebelum ujian.  Karena materinya banyak sekali.  Nilai minimal untuk dapat lolos adalah 75 atau 80. Jadi minimal harus benar 16 soal.

2. Tes intelegensia umum

Terdiri dari 35 soal.  Jika benar nilainya 5 jika salah nilainya 0 jadi usahakan semua diisi.  Nilai minimalnya 85. Jadi minimal benar 17 soal.  Soal terdiri dari sinonin,  antonim,  deret hitung, matematika, logika berfikir. 

3. Tes karakteristik pribadi

Soalnya sebanyak 35 soal.  Nilainya 1 sampai 5. Jd tidak ada nilai 0. Jangan terbawa perasaan dengan memilih jawaban yang mewakili diri anda.  Tapi pilihlah jawaban yang paling bagus.  Insyaalah nilainya juga bagus.  Minimal nilai 143.
Jadi setelah kita selesai mengerjakan soal dan waktunya sudah habis,  maka akan keluar hasilnya apakah kita memenuhi passing grade atau tidak.  Waktu itu saya mendapat nilai 95,105,dan 161 sehingga jumlahnya 361. Memenuhi passing grade.  Tapi tidak semua yang memenuhi passing gradr berhak mengikuti tahap selanjutnya.  Yang bisa mengikuti tajao selanjutnya adalah maksimal 3 kali formasi yang dibutuhkan. Misalnya untuk posisi yang saya lamar hanya membutuhkan 1 orang,  berarti yang ikut tahap selanjutnya maksimal 3 orang.  Dan alhamdulilah kemarin saya masih bisa ikut tahap selanjutnya (seleksi kemampuan bidang). Jadi usahakan benar2 belajar dan mempersiapkan diri karena persaingan sangat ketat.  Manfaatkan kesempatan dengan baik karena cpns tidak dibuka setiap tahun.  Jangan pelit buat beli buku buat latihan ya.  Tetap semangat dan selalu berdoa semoga diberi yang terbaik. 

Insyaalah lain kali saya bagi cerita ikut seleksi kemampuan bidang ya (psikotes dan wawancara). Selamat malam.

Wassalamualaikum wr wb

Pengalaman Kuliah S2 Magister Manajemen di Salah Satu Universitas Negeri Ternama di Semarang dan Perjuangan Lulus

Alhamdulilah sekarang sedang ada waktu untuk berbagi sedikit pengalaman waktu menjalani kuliah s2. Semoga sharing kali ini bermanfaat bagi teman teman pembaca yang sedang ingin melanjutkan kuliah s2 khususnya Magister Manajemen.

Ini cerita flashback ya, karena kebetulan sekarang sudah lulus. Akhir 2011 saya lulus s1 manajen bisnis telekomunikasi dan informatika dari salah satu universitas swasta di Bandung. Kemudian pada April 2012 saya diterima bekerja di salah satu bank daerah dan ditempatkan di Surabaya. Beberapa bulan bekerja, rasanya ingin sekali melanjutkan kuliah. Dengan rasa ingin tau, saya datang ke salah satu Universitas Negeri Ternama di Surabaya. saya ambil brosur jadwal tes dan biaya biaya nya. Hmm.. Biayanya mahal (untuk ukuran saya..hhh). Waktu itu (tahun 2012) kurang lebih biaya sampai lulus 80jt, dan setengahnya dibayar di muka. Alhasil saya urungkan niatan, karena gak ada duit. Mung kerja juga baru berapa bulan.

Bulan Mei 2013, alhamdulilah saya mutasi kerja ke Semarang. Bersyukur sekali karena lebih dekat dengan rumah (rumah orang tua maksudny..hehe). Kantornya juga dekat dengan kampus negeri ternama. (kebetulan magister manajemen lokasinya deket kantor). Datanglah ambil brosur. Pas lihat biayanya, wah kayaknya pas nih di kantong. Kurang lebih 40 jt smpai lulus. Dan yang harus dibayarkan dulu di awal 18 juta kalau tidak salah. Karena sudah setahun kerja, trs udah dapet bonus jasa produksi, kayaknya ada tuh duit segitu. Dan jadwal tesnya kebetulan juga dalam waktu dekat. Akhirnya mantaplah saya mendaftar dan alhamdulilah diterima.

Kuliah berjalan cepat, saya mengambil jurusan manajemen keuangan. Tugas tugas lumayan banyak tapi gak banyak banyak banget. Tapi mungkin saya yang kurang pandai mengatur waktu. Karna saya kadang keteteran. Mungkin juga waktu itu saya sedang semangat2nya bekerja sebagai marketing sehingga saya benar benar kerja. Padahal kalau jadi marketing kan kerjanya di luar. Aslinya kan bisa mlipir2 istirahat dimana gitu ya buat ngerjain tugas. Tapi gak tau kenapa, dulu tu enggak. Tapi ya alhamdulilah, kuliah terlampaui dengan baik. Walau nilainya banyak yang b, tapi alhamdulilah gak ada yang ngulang. Jadi kuliah s2 itu pelajarannya kebanyakan diskusi, studi kasus, dan kuliahnya lebih seriusan s1 menurutku. Anak anak kuliah s1 itu lebih pinter2 dari pada anak2 kuliah s2. Mungkin karena anak2 kuliah s2 itu fokusnya bukan cuma kuliah, tp bekerja, dan ada yang mengurus rumah tangga juga. Ini pendapat pribadiku ya. Jadi kalau ada yang tidak setuju, harap bersabar. 😁😂

Kuliah di kelas berjalan 1.5 tahun. Nah setelah itu thesis rasanya stagnan. Tidak ada perkembangan. Sebenarnya salah pribadi, tapi rasanya kok dosennya gak antusias untuk membimbing. 2 semester bimbingan rasanya sia sia. Rasanya malas menemui dosen karena tidak ada pertimbangan. Di tambah lagi hamil. Selesai melahirkan, saya bertekad menemui pembimbing 2 (sebelumnya belum pernah ketemu). Dan mulailah saya rajin bimbingan. Hampir seminggu sekali. Saya rasa pembimbing 2 lebih antusias dan saya mendapat pencerahan. Saya menyesal kenapa saya tidak menghampiri pembimbing 2 dari dulu.

Pokoknya penuh perjuangan banget nyelesaian thesis. Rasanya stress berat, apalagi setiap ada chat di grup whatsapp kelas yang ngucapin kelulusan satu demi satu teman yang lulus. Mereka hebat, jadi saya semakin tertekan karena gak lulus lulus. Mikir kuliah, mikir kerja, mikirin bayi. Bulatlah tekad saya untuk rajin bimbingan. Sampai dosennya mungkin bosen kali ya dihubungi sering banget. Tapi alhamdulilah dosbing 1 jadi agak mendingan mungkin karena udah di review sm dosbing 2.

Yang paling nyeseg itu, pas udah mau sidang Toefl nya gak berlaku. Alhasil harus bayar kuliah semester 8. Sedih banget kan. Sayang banget uangnya. Coba kalau bisa sidang 2 minggu lebih cepat. Uang pun gak akan melayang. Tp alhamduliah bisa lulus setelah 7 semester. Tp bayarnya 8 semester. Molor banget. Tapi ya mungkin ini memang sudah jalan dari Tuhan.

Kalau mengingat masa masa itu, rasanya berat banget. Sampai sampai sakit panas dan muntah2 gara gara asam lambung naik kebanyakan pikiran dan harus dibawa ke rumah sakit. Kemudian saya berusaha menenangkan diri saya sendiri. “jangan terlalu dipikirkan. Dijalani saja. Yang penting tetap berusaha. Masalah lulusnya kapan, biar Allah yang menentukan waktunya.”

Bagi teman teman yang masih berjuang , tetap semangat ya. Jangan lupa berdoa dan rajin rajinlah bimbingan sampai dosbing bosen lihat muka kita dan akhirnya di luluskan.

Oh iya teman teman, kita juga harus mengerti betapa sibuknya seorang dosbing. Betapa berat tugas dan tanggungjawabnya. Jadi jangan seperti saya dulu yang menyalahkan dosbing dalam hati.

Pahamilah kalau dosen pembimbing juga manusia biasa yang punya lelah. Maka saat datang bimbingan, sesekali bawakanlah mereka sekedar roti manis pelipur letih. Bukan gratifikasi, hanya sekedar gratisisasi 😂

Semoga diberi kemudahan dalam menyelesaikan tugas akhir. Berusaha, berdoa, berharap. Hasilnya dan waktu lulusnya biar Allah yang menentukan 😊👍👌

Mudahnya berhutang bagi PNS

Kalau jadi PNS itu susahnya apa? Susahnya ya keterimanya. Haha.

Kalau bayangin jadi PNS sepertinya enak. (cuma bisa bayangin karena gak bisa ngrasain). Gaji bulanan pasti, masih ditambah tunjangan. Mana SK nya laku lagi dijaminin. Kalau yang lain harus punya sertifikat atau BPKB, semua itu tidak diperlukan bagi PNS. Tanpa survey, tanpa notaris, plafondnnya bisa gede, jangka waktunya bisa lama, sehari cairpun bisa. Kurang apa coba?

Jawa Tengah adalah salah satu provinsi dimana bank-bank disana memberi bunga yang rendah untuk kredit PNS dibandingkan daerah lain. Bedanya bisa sampai 4 persen lo sama provinsi lainnya. 4 persen itu banyak. Dengan nominal kredit yang sama, angsuran yang sama, bisa hemat waktu ngangsur selama 3 tahun lho. Agar kita tahu persis perhitungan bunganya, kita bisa melakukan simulasi di google. Sistem bunga yang dipakai adalah “anuitas”. Jadi nanti kita cari di google “simulasi bunga anuitas”. Dengan mengatahui simulasinya, kita bisa memahami pergerakan pokok dan bunganya setiap bulan. Bagi yang mengambil dengan jangka waktu panjang, bisa dipastikan bunga jauh lebih besar dari pokok. Jadi dengan memahami terlebih dahulu, mempertimbangkan matang2, kita tidak akan merasa tertipu oleh bank.

Mungkin dengan kemudahan2 yang diberikan, banyak PNS terlena sehingga tidak sadar gajinya habis untuk angsuran. Tapi ada juga yang hutangnya jadi rumah, tanah, dan anak sarjana. Jadi marilah kita bijak dalam berhutang. 😁

bank, kredit bank, kredit pns, bunga murah, kredit jaminan sk

Menitipkan anak pada orang tua di kampung

Libur lebaran tlah usai. Artinya waktu masuk kerja semakin dekat. Kalau meruntut 2 tahun kebelakang berturut-turut, yang momong anak lanang biasanya mudiknya lama banget gak balik2. Sampai pernah anak lanang sudah ikut balik ke Semarang, terpaksa harus dimudikkan lg ke rumah kakek neneknya karena gak ada yang momong. Belajar dari pengalaman tersebut, kami memutuskan untuk menambah liburan panjang anak lanang di rumah kakek neneknya. Dan benar saja, yang momong gak balik-balik.

Meninggalkan anak rasanya sangat berat. Kangen. Kepikiran terus-terusan. Jadi hanya bisa pulang saat weekend. Kepikirannya bukan masalah apa2. Tp biasanya ada anak rame sekarang jadi sepi. Kalau soal perawatan sih neneknya lebih telaten drpd ibunya sendiri. Tp ya anaknya jadi cenderung lebih manja. Mung apa2 dituruti.

Kakek neneknya juga tidak keberatan dititipi. Maklum cuma berdua di rumah. Mungkin kesepian, jadi cucu bisa jadi hiburan. Bahkan pengennya biar disana aja. Tapi selama ini gak boleh karena masak anak jauh dr orang tuanya.

Menitipkan anak pada orang tua itu dilematis. Kalau mau kasih uang ke orang tua, orang tua juga menolak. Ya mungkin karena masih diberi rejekk yanh cukup. Katanya, uangnya ditabung aja. Tapi kadang-kadang kasihan mbahnya. Yang dulunya bisa sering jamaah di masjid, jadi solat di rumah terus karena momong.

Hanya bisa berdoa kepada Allah agar diberi solusi yang terbaik.

Kalau kamu bagaimana ceritamu..?

Pengalaman mengikuti seleksi dosen Universitas di Semarang

Hai,selamat pagi dini hari. Dah lama gak nulis. Mumpung lagi gak bisa tidur, mau sedikit cerita aja.

Sekitar akhir tahun 2017 kemarin sempat ikut seleksi penerimaan dosen di salah satu Univeesitas swasta semarang. Pertama-tama dapat undangan untuk psikotes. Pesertanya sekitar 23 orang. Konsultan psikotesnya apa namanya saya lupa. Tapi dari USM (universitas semarang). Soalnya macem macem. Mulai dr tes koran, gambar orang, terus melengkapi titik dan gambar, tes balok diputer-puter, dan masih banyak lainnya. Biarpun hanya psikotes, aku sarankan tetap belajar dari buku2 psikotes. Kenapa? Agar kita tau cara-cara menjawabnya. Selain itu juga ada wawancara dengan psikolog.

Alhamdulilah lolos psikotes. Dapat undangan lagi untuk mikro teaching. Yg lolos 6 orang. Aku dah nyiapin materi manajemen keuangan. Karena aku datangnya paling belakangan, aku dapat urutan terakhir. Denger2 cerita dari no urut yang sebelumnya, kita mikro teaching di depan banyak dosen-dosen. Sebagiab besar materi presentasi belum selesai sudah di stop. Terus di wawancara. Wkwkwk.. Jd deg degan. Tapi aku materi presentasinya cuma sedikit. Cm 10 slide sm judul dan ucapan terimakasih kayaknya. (dasar aku memang pemalas).

Nah tibalah giliranku untuk mulai. Aku buka dengan hadist “sesungguhnya ilmu lebih baik daripada harta. Ilmu menjagamu sementara harta kau menjaganya. Sepertinya audience tampak gimana gitu nglihatin aku. Wkwkwk.. Mungkin aku lebay banget ya. Selanjutnya aku tayangankan video di youtube tentang bangrutnya perusahaan jamu nyonya meneer. Terus aku jelaskan betapa pentingnya manajemen keuangan dalam perusahaan. Eh tidak terasa semua slide sudah aku jelaskan.

Kemudian lanjut sesi tanya jawab atau wawancara. Nah pada saat wawancara itu, aku tahu gimana hasik psikotes kemarin. Hasil baiknya, kerja cepat, pandai berhitung, ya pokoknya baik baiklah. Agak sedikit lupa. Namun ada satu yang kurang bagus. Yaitu… “semangat kerja yang rendah”. Wkwkwk.. Sepertinya karena aku banyak memilih jawaban yang pilihannya “menghindari konflik” pada pilihan2 jawaban yang menggambarkan diri anda. Nah point kekurangan itulah yang banyak ditanyakan. Kenapa motivasi berkerja rendah. Namun sepanjang sesi tanya jawab, kebanyakan audience tertawa. Apa mungkin karena jawabanku terlalu konyol ya. Tp sepertinya mereka terhibur.

Aku sih udah pesimis, kayanya gak lolos deh kemarin. Eh dapat sms untuk wawancara dengan rektor. Yang dipanggil 4 orang.

Nah saat wawancara dengan rektor tersebut dijelaskan tugas dan gajinya. Ditanya juga gaji di kantor yg sekarang berapa. Dan untuk bisa bekerja dalam waktu dekat. Nah dari situ gak tau kenapa gak dipanggil lagi. Padahal dah berharap banget. Yg 3 orang lainnya dipanggil buat tes kesehatan. Cuma aku seorang yang enggak.

Ya mungkin memang belum rejeki aku. Mungkin Allah belum mengijinkan. atau Allah tau isi hati aku yang sebenarnya kalau disatu sisi aku gak pengen kerja secepat itu karena masih mau nunggu bonus tahunan dr kantor. Mungkin bagi Allah, hatiku belum tulus dan suci untuk mengabdikan diriku sebagai dosen. Mungkin bagi Allah, aku masih terlalu menilai sesuatu dr materi. Mungkin benar aku gak yakin karena gaji dosen itu jauh lebih kecil dr gaji di kantor yang sekarang. Sehingga Allah tidak memantaskan diri ini menjadi seorang dosen. Ampuni diri ini ya Allah.

Apapun yang terjadi, semoga mmg ini jalan yang terbaik dari Allah. Aamin..

Pati, 24 juni 2018

Mama Lana

Berhasil memberi ASI Eksklusif, Donor ASI, dan Saudara Sesusuan

Sebagai seorang ibu, aku memang gagal memberikan asi eksklusif untuk anakku. Mungkin tekadku kurang kuat. Tapi ya sudahlah, untuk pembelajaran saja supaya mudah mudahan bisa memberikan asi eksklusif untuk anak ke 2 dan anak selanjutnya kelak.

Tapi aku ingin berbagi pengalaman tentang asi ekslusif bagi para ibu dan calon ibu. Yang ingin aku bagikan adalah pengalaman teman. Ibu muda usia 27 tahun, bekerja sekantor. Sama seperti aku, sibuk, kurus, tetapi berhasil memberikan asi ekslusif untuk bayinya. Panggil saja namanya retno

Keyakinan dalam dirinya:

1. Setiap ibu pasti bisa memberikan asi ekslusif dan berlanjut hingga 2tahun untuk bayinya

2. Setiap ibu pasti selalu ingin memberikan yang terbaik untuk anaknya

3. Asi itu supply and demam. Jadi semakin banyak permintaan makan akan semakin banyak persedian. Permintaan itu bsa melalui menyusui langsung ke bayi nya atau memerah rutin dan konsisten.

4. Yakin lah bahwa asi itu pasti cukup, karena tidak mungkin sang pemberi hidup memberikan kehidupan kepada seorang bayi tidak sepaket dengan makanannya.

5. Selalu happy biar asi nya tetap lancar.

Doi memang punya niat yang kuat untuk memberi asi esklusif bahkan sebelum menikah. Jadi saat hamil, dia sudah mengikuti kelas laktasi. Saat hamil tua sudah membeli peralatan untuk memompa asi. Berbeda dengan saya, terus terang saya bahkan gak kepikiran hal tersebut. Entah apa yang saya pikirkan kala itu. Hehe..

Hebatnya lagi, retno ini memerah asi tanpa bantuan alat. Cuma pakai tangan. Katanya juga (berdasarkan googling atau hasil ikutan kelas laktasi), tangan adalah alat terbaik untuk mengosongkan seluruh ruang payudara karena bisa menjangkau seluruh bagian payudara. Selama di kantor, dia pumping 2x. Kira2 jam 10 pagi dan jam 3 sore. Setiap istirahat dia pulang menyusui anaknya secara langsung.

Produksi asinya melimpah, mungkin karena sering dipompa dan diberikan langsung pada anaknya. Selain itu mungkin juga karena dia banyak minum air putih (banyak makan juga pastinya). Asinya masih berlimpah walaupun anaknya sudah MPasi (makanan pendamping asi). Karena sudah mulai makan, nyusunya sudah tidak sebanyak dulu sehingga stok ASI nya kebanyakan. Lalu bagaimana, apakah pumpingnya harus dikurangi karena stoknya sudah kebanyakan? Padahal agar produksi ASI tetap terjaga, pumping tetap harus rutin dilakukan. Lalu apa yang dia lakukan? Dengan niat baik menjaga produksi ASi dan berbagi kepada yang bayi lain yang membutuhkan, akhirnya dia mendonorkan ASInya. Dipostinglah niatnya untuk mendonorkan ASI di instagram. Tentu saja ibu2 yang membutuhkan ASI untuk bayinya di area Semarang merasa sangat senang. Tidak satu rupiahpun dia meminta imbal jasa. Dia hanya minta plastik asi saja untuk menyimpan ASi lagi. Tambah saudara ya Ret, alhamdulilah. Ini dia foto stok ASInya.

Suatu siang pas lagi ambil minum di pantry,ada temen yang nyeletuk, kok kamu gak minta donor ASI ke retno. Terus aku tanya,”kalau saudara sesusuan itu gmn?”. Jadi selama ini pemikiranku salah. Aku kira misal aku minta ASI retno, anakku cowok (maulana) anaknya retno juga cowok (narendra), terus mereka jadi saudara. Takutnya nanti kalau maulana naksir adik perempuannya narendra, atau narendra naksir adik perempuannya maulana,kan gak boleh karena sudah jadi saudara.

Ternyata oh ternyata.. Selama ini aku salah. Jadi begini penjelasannya. Saat memberi donor asi, ibu donor menginformasikan jenis kelamin anaknya yang sedang disusui pada masa itu. Misal retno menginformasikan jenis kelamin anaknya yang sedang disusui saat ini adalah laki-laki. Maka yang akan diberikan donor asi adalah bayi laki laki juga. Jika bayi yang sedang disusui perempuan maka bisa mendonorkan pada bayi yang sama-sama perempuan. Jadi misal aku meminta donor dari retno, maka maulana dan narendra menjadi saudara sesusuan karena meminum susu yang sama pada suatu masa (periode menyusui). Tapi adeknya maulana kelak bukan saudaranya narendra karena gak minum susu sama pada periode bersamaan.

Sekian dulu ya sharing dari ibu Retno yang bisa saya tuliskan di blog ini. Mungkin lain waktu ibu retnonya bisa berbagi menu sederhana untuk makanan pendamping ASI. Semoga bermanfaat bagi ibu2 dan Calon ibu yang membaca agar bisa memberikan minuman terbaik untuk bayinya.

Berhasil memberi ASI Eksklusif, Donor ASI, dan Saudara Sesusuan

Sebagai seorang ibu, aku memang gagal memberikan asi eksklusif untuk anakku. Mungkin tekadku kurang kuat. Tapi ya sudahlah, untuk pembelajaran saja supaya mudah mudahan bisa memberikan asi eksklusif untuk anak ke 2 dan anak selanjutnya kelak.

Tapi aku ingin berbagi pengalaman tentang asi ekslusif bagi para ibu dan calon ibu. Yang ingin aku bagikan adalah pengalaman teman. Ibu muda usia 27 tahun, bekerja sekantor. Sama seperti aku, sibuk, kurus, tetapi berhasil memberikan asi ekslusif untuk bayinya. Panggil saja namanya retno

Keyakinan dalam dirinya:

1. Setiap ibu pasti bisa memberikan asi ekslusif dan berlanjut hingga 2tahun untuk bayinya

2. Setiap ibu pasti selalu ingin memberikan yang terbaik untuk anaknya

3. Asi itu supply and demam. Jadi semakin banyak permintaan makan akan semakin banyak persedian. Permintaan itu bsa melalui menyusui langsung ke bayi nya atau memerah rutin dan konsisten.

4. Yakin lah bahwa asi itu pasti cukup, karena tidak mungkin sang pemberi hidup memberikan kehidupan kepada seorang bayi tidak sepaket dengan makanannya.

5. Selalu happy biar asi nya tetap lancar.

Doi memang punya niat yang kuat untuk memberi asi esklusif bahkan sebelum menikah. Jadi saat hamil, dia sudah mengikuti kelas laktasi. Saat hamil tua sudah membeli peralatan untuk memompa asi. Berbeda dengan saya, terus terang saya bahkan gak kepikiran hal tersebut. Entah apa yang saya pikirkan kala itu. Hehe..

Hebatnya lagi, retno ini memerah asi tanpa bantuan alat. Cuma pakai tangan. Katanya juga (berdasarkan googling atau hasil ikutan kelas laktasi), tangan adalah alat terbaik untuk mengosongkan seluruh ruang payudara karena bisa menjangkau seluruh bagian payudara. Selama di kantor, dia pumping 2x. Kira2 jam 10 pagi dan jam 3 sore. Setiap istirahat dia pulang menyusui anaknya secara langsung.

Produksi asinya melimpah, mungkin karena sering dipompa dan diberikan langsung pada anaknya. Selain itu mungkin juga karena dia banyak minum air putih (banyak makan juga pastinya). Asinya masih berlimpah walaupun anaknya sudah MPasi (makanan pendamping asi). Karena sudah mulai makan, nyusunya sudah tidak sebanyak dulu sehingga stok ASI nya kebanyakan. Lalu bagaimana, apakah pumpingnya harus dikurangi karena stoknya sudah kebanyakan? Padahal agar produksi ASI tetap terjaga, pumping tetap harus rutin dilakukan. Lalu apa yang dia lakukan? Dengan niat baik menjaga produksi ASi dan berbagi kepada yang bayi lain yang membutuhkan, akhirnya dia mendonorkan ASInya. Dipostinglah niatnya untuk mendonorkan ASI di instagram. Tentu saja ibu2 yang membutuhkan ASI untuk bayinya di area Semarang merasa sangat senang. Tidak satu rupiahpun dia meminta imbal jasa. Dia hanya minta plastik asi saja untuk menyimpan ASi lagi. Tambah saudara ya Ret, alhamdulilah. Ini dia foto stok ASInya.

Suatu siang pas lagi ambil minum di pantry,ada temen yang nyeletuk, kok kamu gak minta donor ASI ke retno. Terus aku tanya,”kalau saudara sesusuan itu gmn?”. Jadi selama ini pemikiranku salah. Aku kira misal aku minta ASI retno, anakku cowok (maulana) anaknya retno juga cowok (narendra), terus mereka jadi saudara. Takutnya nanti kalau maulana naksir adik perempuannya narendra, atau narendra naksir adik perempuannya maulana,kan gak boleh karena sudah jadi saudara.

Ternyata oh ternyata.. Selama ini aku salah. Jadi begini penjelasannya. Saat memberi donor asi, ibu donor menginformasikan jenis kelamin anaknya yang sedang disusui pada masa itu. Misal retno menginformasikan jenis kelamin anaknya yang sedang disusui saat ini adalah laki-laki. Maka yang akan diberikan donor asi adalah bayi laki laki juga. Jika bayi yang sedang disusui perempuan maka bisa mendonorkan pada bayi yang sama-sama perempuan. Jadi misal aku meminta donor dari retno, maka maulana dan narendra menjadi saudara sesusuan karena meminum susu yang sama pada suatu masa (periode menyusui). Tapi adeknya maulana kelak bukan saudaranya narendra karena gak minum susu sama pada periode bersamaan.

Sekian dulu ya sharing dari ibu Retno yang bisa saya tuliskan di blog ini. Mungkin lain waktu ibu retnonya bisa berbagi menu sederhana untuk makanan pendamping ASI. Semoga bermanfaat bagi ibu2 dan Calon ibu yang membaca agar bisa memberikan minuman terbaik untuk bayinya.

Plus Minus kerja di bank

Mungkin sebagian dari kita bertanya-tanya, bagaimana rasanya kerja di bank? Atau mungkin banyak mahasiswa yang bercita cita kerja di bank? Terlepas dari pembahasan masalah riba, saya ingin berbagi sedikit pengalaman sebagai seorang pegawai bank atau banker.

Bank memanglah salah satu instansi yang sangat sering membuka lowongan. Selain kesempatannya tinggi, bank juga menerima berbagai macam jurusan lulusan perguruan tinggi. Programnya macam macam, ada yang biasa dan ad yng developmen program. Untuk development program, merupakan rekrutmen yang dirancang untuk merekrut staf staf yang kelak dididik untuk level menejemen perusahaan. Jadi otomatis sekali masuk levelnya lumayan tinggi begitupun gajinya. Nah berhubung saya masuknya dari jalur umum (bukan developmen), saya cerita pengalaman saya saja ya.

Saya bekerja di salah satu bank daerah yang telah menasional. Saat ini saya ditempatkan di Semarang. Saya bekerja sejak tahun 2012. Kurang lebihnya skrg adalah tahun ke 6 saya bekerja. Banyak suka banyak juga dukanya. Tapi bagaimanapun juga, bank adalah tempat saya mencari rejeki. Jadi saya bersyukur. Mari saya uraikan kelebihan dan kekurangannya ya:

Kekurangan:

1. Menyita banyak waktu dan pikiran sehingga sedikit waktu untuk keluarga.

2. Pulangnya sering malam.

3. Pekerjaan seolah tak pernah selesai.

4. Sedih kalau menghadapi complaint dan susah saat menagih ( khusus bagian kredit)
Kelebihan kerja di bank:

1. Karena saya masuk dr program biasa, levelnya juga biasa dan gajinya juga biasa. Namun di bank ada bonus 3 bulanan, Tunjangan hari raya 2x gaji, bonus tahunan, serta di bank saya bekerja ada yang namanya uang seragam. Kalau dihitung2 gaji setahun sekitar 20 sampe dengan 24x gaji.

2. Bisa bertemu dengan banyak orang, mengenal, dan belajar dari kehidupan orang lain. Selama di bank kita diharuskan berhadapan dengan para nasabah. Nah dari sekian banyak nasabah, kita bisa belajar berbagai karakter. Ada yang menyenangkan adapula yang sebaliknya. Tapi kita tetap harus memberikan pelayanan yang terbaik. Disitulah kita belajar sabar. Kita harus tetap santun walau menghadapi nasabah yang kurang menyenangkan. 

Karena selama bekerja saya selalu berhubungan dengan kredit (accout officer kredit umkm, account officer kredit pns, dan yang terakhir jadi admin kredit) maka saya bercerita dari sudut pandang saya pribadi ya.

Waktu saya jd AO UMKM, saya bisa belajar macam-macam usaha. Saya juga bisa belajar bagaimana cara mengatur keuangan termasuk bagaimana kebijakan mengambil pinjaman. Kenapa mengambil pinjaman itu harus bijak? Karena kita harus mempertimbangkan kemampuan kita membayar angsurannya. Jangan sampai salah melangkah, bisa2 rumah kita disita dan dilelang bank. Jangan sampai hal itu terjadi.

Karena saya juga jadi AO serta admin untuk kredit pns pensiun, saya juga mengambil banyak pelajaran. Sebagian besar pns memiliki kredit di bank dengan jaminan sk. Ada yang sebagian memanfaatkannya untuk membeli aset yang merupakan kebutuhan pokok (rumah), membeli asset sebagai investasi (misal tanah, kos kosan). Hal tersebut sangat positif. Ibaratnya bersusah susah dahulu bersenang senang kemudian. Sekarang memang harus membayar angsuran. Tp jadi punya asset bahkan penghasilan. 

Yang kedua adalah pns atau yang meminjam untuk modal usaha. Ini juga bagus apabila usahanya berhasil. Bisa punya penghasilan yang lebih lebih. Tapi alangkah sedihnya apabila usahanya gagal (bangrut atay bisa juga kena tipu). Sudah uangnya hilang, masih harus terus mengangsur.

Yang ketiga, yang meminjam untuk kebutuhan konsumtif. Ini yang tidak disadari menjadi penyebab semakin lama hutang menjadi semakin menggunung. Apabila gaji kita kurang untuk memenuhi kebutuhan, kemudian kita meminjam untuk memenuhi kebetuhan kita tersebut. Dengan gaji normal tanpa hutang saja kita kurang, apalagi ditambah angsuran yang dimana pastinya ada bunganya. Ketika uang hasil kreditnya sudah habis, bayangkan bagaimana coba? Bukankan gaji akan semakin kurang untuk memenuhi kebutuhan. Terus bagaimana selanjutnya. Selanjutnya pasti gali lobang tutup lobang. Cari pinjaman lagi. 

 Melihat hal tersebut, saya belajar bijak mengelola keuangan. Kebutuhan tidak boleh melebihi gaji. Kebutuhan harus dipenuhi, keinginan bisa ditunda kan?

Demikian sharing dari saya. Slmt pagi dini hati.
Ungaran, 7 jan 18

03.23 wib