Featured

Pengalaman Tes Kemampuan Dasar CPNS 2017

This is the post excerpt.

Iklan

Assalamualaikum Wr Wb.

Alhamdulilah penerimaan CPNS dibuka kembali. Seolah menjadi angin segar bagi yang belum bekerja atau yang ingin mencari pekerjaan yang lebih baik.  Saya ingin berbagi pengalaman saya mengikuti ujian tes kemampuan dasar dengan CAT.  Semoga bermanfaat bagi yang membaca. 

Sejujurnya ini juga kali pertama saya mengikuti ujian CAT. Soal-soal yang diujikan

1. Tes wawasan kebangsaan sebanyak 30 soal dengan bobot nilai benar 5 jika benar dan 0 jika salah.  Jadi isilah semua pertanyaan meski tidak tahu jawabannya karena tidak mengurangi poin.  Isinya tentang pancasila,  uud,  pemerintah daerah dan pusat, sejarah kemerdekaan indonesia,  dll. Menurut saya itulah bagian yang paling susah.  Oleh karenanya usahakan membeli buku agar bisa belajar soal soalnya. Dan bacalah rutin jauh2 hari sebelum ujian.  Karena materinya banyak sekali.  Nilai minimal untuk dapat lolos adalah 75 atau 80. Jadi minimal harus benar 16 soal.

2. Tes intelegensia umum

Terdiri dari 35 soal.  Jika benar nilainya 5 jika salah nilainya 0 jadi usahakan semua diisi.  Nilai minimalnya 85. Jadi minimal benar 17 soal.  Soal terdiri dari sinonin,  antonim,  deret hitung, matematika, logika berfikir. 

3. Tes karakteristik pribadi

Soalnya sebanyak 35 soal.  Nilainya 1 sampai 5. Jd tidak ada nilai 0. Jangan terbawa perasaan dengan memilih jawaban yang mewakili diri anda.  Tapi pilihlah jawaban yang paling bagus.  Insyaalah nilainya juga bagus.  Minimal nilai 143.
Jadi setelah kita selesai mengerjakan soal dan waktunya sudah habis,  maka akan keluar hasilnya apakah kita memenuhi passing grade atau tidak.  Waktu itu saya mendapat nilai 95,105,dan 161 sehingga jumlahnya 361. Memenuhi passing grade.  Tapi tidak semua yang memenuhi passing gradr berhak mengikuti tahap selanjutnya.  Yang bisa mengikuti tajao selanjutnya adalah maksimal 3 kali formasi yang dibutuhkan. Misalnya untuk posisi yang saya lamar hanya membutuhkan 1 orang,  berarti yang ikut tahap selanjutnya maksimal 3 orang.  Dan alhamdulilah kemarin saya masih bisa ikut tahap selanjutnya (seleksi kemampuan bidang). Jadi usahakan benar2 belajar dan mempersiapkan diri karena persaingan sangat ketat.  Manfaatkan kesempatan dengan baik karena cpns tidak dibuka setiap tahun.  Jangan pelit buat beli buku buat latihan ya.  Tetap semangat dan selalu berdoa semoga diberi yang terbaik. 

Insyaalah lain kali saya bagi cerita ikut seleksi kemampuan bidang ya (psikotes dan wawancara). Selamat malam.

Wassalamualaikum wr wb

Bijak Menetukan di Bank Mana Kredit Menguntungkan

Di era globalisasi, bank dan masyarakat tidak dapat dipisahkan. Mulai dari pembayaran gaji, jual-beli, kirim-terima uang, dan kredit bagi yang butuh tambahan dana. Banyak calon nasabah yang merasa bingung dalam menentukan bank mana yang memberikan fasilitas pinjaman dengan fitur paling menguntungkan, dalam arti memberikan kemudahan serta ringan angsurannya. Banyak juga nasabah kredit yang merasa ditipu bank dikemudian hari. Alangkah baiknya bila kita bijaksana sejak awal, sehingga tidak ada penyesalan. Jangan segan untuk bertanya. Sesuai kata pepatah, “malu bertanya sesat di Jalan”. Beberapa point pertimbangan adalah:

1. Bunga fix (tetap) atau floating (berubah-ubah)?

Jika fix artinya tingkat suku bunga tetap sampai lunas. Jika floating, tingkat suku bunga berubah menyesuaikan suku bunga yang berlaku. Pastikan, jangan sampai kita kaget karena angsuran semakin besar.

2. Sistem bunga flat, efektif, atau anuitas?

Kalau bicara tentang sistem bunga, artinya kita bicara tentang komposisi pokok dan bunga yang kita bayar setiap bulan. Jangan sampai kita terkejut mengetahui pokok hutang sangat sedikit berkurang padahal sudah diangsur lama, padahal sudah jelas sistem bunganya annuitas.

3. Tanya angsurannya, jangan bunganya.

Sebagai contoh:

Bank A memberi kredit 120 juta selama 2 tahun dengan bunga 10 persen, angsurannya 6 juta rupiah.

Sedangkan bank B juga memberi kredit 120 juta dengan bunga 10 persen, angsurannya hanya 5,6 juta.

Besar pinjaman sama, besarnya bunga sama, kenapa angsurannya berbeda?

Karena sistem bunganya berbeda.

Jadi lebih baik tanyakan besar angsuran, daripada besarnya bunga. Karena yang bisa kita bandingkan adalah angsurannya bukan bunganya.

3. Mintalah tabel simulasi angsuran sampai lunas.

Dengan begitu kita bisa tahu, berapa dana yang kita keluarkan dialokasikan untuk mengurangi pokok dan membayar bunga. Kita juga tahu sisa hutang kita setiap bulannya. Jadi tidak ada kata “terkejut” dikemudian hari.

4. Tanya berapa denda atau pinalty ketika hendak melakukan penutupan kredit sebelum waktunya atau dipercepat. Jangan sampai kita harus membayar seluruh bunga jika ingin melunasi secepatnya. Itu rugi besar.

5. Baca dengan sungguh-sungguh perjanjian kredit sebelum ditandatangani.

Sebelum ditandatangani, kita berhak memutuskan apakah kita jadi atau tidak mengambil fasilitas kredit tersebut. Namun, apabila kita sudah tanda tangan, artinya telah setuju dan tunduk pada ketentuan bank.

Kalau bisa, usaha tanpa hutang itu istimewa. Kalau bisa, beli apa-apa tanpa pinjaman itu luar biasa. Kalau memang belum bisa dan terpaksa meminjam, jangan lupa bijaklah berbank. Pahami fasilitasnya, putuskan dengan bijaksana, taati syarat dan ketentuan, lancarlah bayar angsuran, dan semoga segera lunas terbayarkan.

Si Guppy, Ikan Selingkuhan Suami

Judulnya emang agak provokatif. Maksud saya, ikan guppy adalah saingan terbesar saya yang telah merebut perhatian suami. Bangun tidur, langsung ngurusin guppy. Pulang kerja, langsung ngurusin guppy (padahal belum makan), ada waktu luang eh ngurusin si guppy lagi, apalagi pas liburan, pokoknya guppy guppy dan guppy.

Padahal menurut saya gak ada yang istimewa dari si Guppy. Mungkin itu menurut saya aja yang bukan pecinta ikan. Tp menurut suami, si Guppy sangat istimewa. Padahal menurut saya warnanya pucat, tp menurut suami warnanya cantik. Perhatiaannya totalitas. Bayangin, beliin istri martabak aja gak mau, eh giliran si guppy dibeliin pakan, nutrisi, daun ketapang dan sebagainya.

Nyenengin Anak Tidak Harus Mahal

Menurut saya, hal utama yang dibutuhkan seorang anak adalah kasih sayang orang tuanya. Terkadang kita (termasuk saya) sibuk sekali mencari materi dengan alasan demi anak. Terkadang saking sibuknya mencari materi demi anak, kita sampai lupa dengan “anak” yang justru merupakan alasan utama kita mencari materi. Sama, saya juga.

Mungkin waktu berkualitas yang kita punya untuk anak hanya sabtu dan Minggu. Jadi selain di rumah bareng2, saya juga berusaha bisa ngajak Lana pergi ke luar. Walaupun itu hanya sekedar ke minimarket beli es krim (Lana dah seneng banget). Jadi untuk nyenengin anak memang tidak selalu mahal.

Lana naik kereta-keretaan saat ke stadiun. Bayarnya hanya 5rb.

Semoga saya dan kita semua bisa memberikan perhatian lebih untuk anak kita.

Layanan BPJS untuk Rawat Inap Lumayan Juga

Kenapa kok judulnya begitu?

Karena selama ini yang ada di bayangan, pasien yang menggunakan BPJS kurang dilayani dengan baik oleh pihak rumah sakit. Dan ternyata, pelayanannya berbeda dengan apa yang saya bayangkan. Yang menurut saya cukup lumayan walaupun kita tidak bayar.

Ceritanya Lana terpaksa harus rawat inap. Sebenarnya sih tidak ada rencana pakai bpjs. Karena Lana memang belum saya uruskan kartu bpjs. Jadi saya sudah siap siap mau bayar umum. Waktu di pendaftaran,

Petugas : pakai bpjs bu?

Saya : anak saya belum punya bpjs mbak

Petugas : ibu ada kartu bpjs?

Saya :ada mba. (sembari saya tunjukkan kartunya)

Kemudian di cek oleh petugas.

Petugas : ibu ini kartunya bpjs nya dari kantor. Sementara pakai ini dulu. Nanti senin kartu bpjs nya adek Lana diurus ya di kantor bpjs. (kebetulan pas itu hari sabtu, jd bpjs nya tutup).

Terdaftarlah Lana sebagai pasien rawat inap dengan bpjs kelas 1. Satu kamar isi 2 orang. Saya belum tau kalau ternyata bisa naik kelas. Selama di rawat menurut saya pelayanannya lumayan bagus. Perawat sering mengecek secara rutin keadaan Lana. Dokter spesialis anak visit sekali dalam sehari. Makan 3 kali sehari, camilan 2 kali sehari. AC ruangan dingin, TV ada 2 dalam satu ruangan (masing-masing pasien 1), kamar mandi lumayan luas. Yang tidak didapatkan oleh pasien bpjs diantaranya waslap dan parkir tidak gratis. Kalau dari segi obat, saya kurang tau. Karena kebetulan selama di rumah sakit, Lana tidak perlu minum obat. Alhamdulilah hari senin Lana kemungkinan sudah boleh pulang. Tinggal menunggu visit dokter saja.

Saya dan suami pun sudah hampir mau bayar umum saja. Takut gak sempet ngurus bpjs hari senin. Terus takut juga persyaratannya agak banyak.

Ternyata sekali lagi saya salah. Syarat yang dibutuhkan hanya copy ktp, copy kartu keluarga, dan copy kartu bpjs orang tua. Saya diarahkan untuk ke cs korporasi. Antriannya pun tidak begitu lama. Saat berada di custumer service, saya banyak bertanya. Dari banyaknya pertanyaan saya, begini ringkasannya:

1. Untuk bpjs yang dibayar oleh kantor, iurannya lebih mahal dr bpjs kesehatan mandiri. Besarannya tergantung dr gaji. Makin besar gaji, makin besar potongam bpjs kesehatannya.

2. Kenapa lebih mahal? Karena manfaat utamanya adalah jaminan kesehatan untuk pegawai tersebut. Manfaat tambahannya berupa asuransi kesehatan bagi keluarga kita (sampai anak ke 3).

3. Jadi berapa yang harus saya iur setiap bulan untuk bpjs kesehatan anak saya? Tidak perlu membayar iuran bulanan, karena sudah merupakan manfaat tambahan bpjs milik saya.

4. Saya dengar kartu bpjs baru bisa digunakan 14 hari sejak iuran pertama? Itu untuk bpjs kesehatan mandiri. Kalau bpjs dari instansi, kartunya bisa langsung digunakan. Karena selama ini iurannya sudah dibayarkan oleh perusahaan.

5. Jadi saya ke bpjs kesehatan itu cuma untuk daftarin anggota keluarga baru dan cetak kartu? Benar sekali bu

6. Tapi saya coba tambahkan anggota keluarga melalui jkn mobile kok tidak bisa? Penambahan anggota melalui jkn mobile hanya bisa untuk peserta mandiri. Kalau korporasi harus datang ke kantot bpjs terdekat.

7. Kalau bpjs dari perusahaan suami saya kan kelas 2, itu bisa naik kelas juga? Bpjs sistemnya nge-link. Karena suami merupakan manfaat tambahan juga dari bpjs ibu, maka biarpun bpjs dari kantor suami ibu kelas 2, suami ibu bisa menikmati bpjs kelas 1 tanpa tambahan biaya.

Oke mbak, penjelasan mbak cs bpjs kesehatan (di Pati) sangat jelas. Oleh karena itu, dalam survey layanan, saya kasih bintang 5 semua.

Saat itu juga kartunya jadi dan saya bawa ke bagian adminitrasi rumah sakit. Saya tanyakan berapa tambahan biaya yang harus saya bayarkan untuk 2 hari perawatan. Bagian administrasi menjelaskan, bpjs kesehatannya Lana kelas 1. Di rumah sakit, Lana dirawat di kelas 1. Sehingga tidak ada tambahan biaya sama sekali.

Alhamdulilah sekali. Coba kalau saya tidak jadi mengurus kartu bpjs Lana. Padahal mengurusnya mudah sekali. Padahal Lana dirawat di rumah sakit yang sama ketika saya harus bayar 1,3 juta untuk cabut 1 gigi saya.

Sekian yang bisa saya ceritakan untuk bpjs yang dari kantor. Ini hanyalah sebuah testimoni dan pengalaman pribadi saya menggunakan bpja pertama kali. Untuk lebih jelasnya, silahkan datang ke kantor bpjs kesehatan setempat. Untuk bpjs mandiri, saya kurang mengerti. Silahkan teman teman yang mau melengkapi, bisa tinggalkan komentar. Terimakasih

Sedihnya kalau anak sakit sampai masuk rumah sakit

Kasian lihat Lana harus diinfus. Pertama kali dia nangis2. Tapi lama lama dia bisa menerima. Dirawat di RS tapi masih banyak polahnya. Gerak gerak terus.

Ngerasa bersalah banget. Karena bekerja, sampai anak dititipkan ke neneknya. Sedih banget, pas tau Lana udah sakit panas hampir seminggu. sudah di bawa ke dokter sih sama neneknya. Tapi belum sembuh juga.

Jumat malam, aku pulang Lana masih panas. paginya sudah adem. Jadi sudah antri dokter spesialis anak di rumah sakit pun kami tinggal pulang karena antriannya lama banget. Malamnya kami ke klinik. Antrian jg panjang banget. Tapi sudah ditekad, Lana harus diperiksa walaupun sudah adem. Bapaknya takut banget kalau ternyata DB. Apalagi sudah gak demam, takutnya malah zona kritis. Eh periksa, dokternya malah tambah nakut2in. Cek lab lah sekalian. Ternyata hasilnya typus. Terus dirujuk buat opname.

Alhamdulilah Lana hanya 2 hari di rawat di RS. Oh iya, bayarnya pakai bpjs lho. Pengalaman pertama menggunakan bpjs. Cek pengalamanku pakai bpjs di psotingan selanjutnya ya.

Wisata Jolong Pati, Wisata di perkebunan kopi

Sejak anak dititipkan ke orang tua, setiap minggu harus mudik. Berhubung Pati adalah kota kecil yang tempat hiburannya sedikit, maka wisata alam jadi pilihan. Suami ngajakin ke Jolong. Jolong sendiri merupakan lokasi salah satu perkebunan milik PTPN IX. Tanaman utamanya adalah kopi. Jadi kalau wisata ke jolong adalah agro wisata.

Lokasinya lewat mana? Bisa lewat gembong atau tlogowungu. Cuma jaraknya agak jauh. Dan jalanannya gak begitu bagus dan gak begitu luas. Jadi kita hanya bisa berkendara pelan2. Kebut kebutan bisa masuk jurang.. Hehe..

Ada apa aja sih disana?

Ada outbound untuk anak2

Ada kolam renang

Ada rumah balon

Ada rumah produksi kopi

Ada kebun bunga

Serta gardu pandang

Ya sementara itu aja sih yang baru kami kunjungi. Mungkin lainnya masih banyak tapi tdk sempet dikunjungi.

Soal biayanya, tiket masuk 6rb rupiah. Parkir bayar sendiri lagi. Tiap masuk wahana beli tiket lagi. Tiketnya rata2 10rb per orang. Agak mahal sih menurut saya pribadi, tapi ya gak apa apalah kalau sekali sekali terus bisa dinikmati bareng anak. Toh kita selalu bilang, aku kerja demi masa depan anak. Bahkan kadang kita sampai lupa memberi waktu untuk anak kita.

Ungaran, 23 agustus 2018

Mama lana

Pengalaman Kuliah S2 Magister Manajemen di Salah Satu Universitas Negeri Ternama di Semarang dan Perjuangan Lulus

Alhamdulilah sekarang sedang ada waktu untuk berbagi sedikit pengalaman waktu menjalani kuliah s2. Semoga sharing kali ini bermanfaat bagi teman teman pembaca yang sedang ingin melanjutkan kuliah s2 khususnya Magister Manajemen.

Ini cerita flashback ya, karena kebetulan sekarang sudah lulus. Akhir 2011 saya lulus s1 manajen bisnis telekomunikasi dan informatika dari salah satu universitas swasta di Bandung. Kemudian pada April 2012 saya diterima bekerja di salah satu bank daerah dan ditempatkan di Surabaya. Beberapa bulan bekerja, rasanya ingin sekali melanjutkan kuliah. Dengan rasa ingin tau, saya datang ke salah satu Universitas Negeri Ternama di Surabaya. saya ambil brosur jadwal tes dan biaya biaya nya. Hmm.. Biayanya mahal (untuk ukuran saya..hhh). Waktu itu (tahun 2012) kurang lebih biaya sampai lulus 80jt, dan setengahnya dibayar di muka. Alhasil saya urungkan niatan, karena gak ada duit. Mung kerja juga baru berapa bulan.

Bulan Mei 2013, alhamdulilah saya mutasi kerja ke Semarang. Bersyukur sekali karena lebih dekat dengan rumah (rumah orang tua maksudny..hehe). Kantornya juga dekat dengan kampus negeri ternama. (kebetulan magister manajemen lokasinya deket kantor). Datanglah ambil brosur. Pas lihat biayanya, wah kayaknya pas nih di kantong. Kurang lebih 40 jt smpai lulus. Dan yang harus dibayarkan dulu di awal 18 juta kalau tidak salah. Karena sudah setahun kerja, trs udah dapet bonus jasa produksi, kayaknya ada tuh duit segitu. Dan jadwal tesnya kebetulan juga dalam waktu dekat. Akhirnya mantaplah saya mendaftar dan alhamdulilah diterima.

Kuliah berjalan cepat, saya mengambil jurusan manajemen keuangan. Tugas tugas lumayan banyak tapi gak banyak banyak banget. Tapi mungkin saya yang kurang pandai mengatur waktu. Karna saya kadang keteteran. Mungkin juga waktu itu saya sedang semangat2nya bekerja sebagai marketing sehingga saya benar benar kerja. Padahal kalau jadi marketing kan kerjanya di luar. Aslinya kan bisa mlipir2 istirahat dimana gitu ya buat ngerjain tugas. Tapi gak tau kenapa, dulu tu enggak. Tapi ya alhamdulilah, kuliah terlampaui dengan baik. Walau nilainya banyak yang b, tapi alhamdulilah gak ada yang ngulang. Jadi kuliah s2 itu pelajarannya kebanyakan diskusi, studi kasus, dan kuliahnya lebih seriusan s1 menurutku. Anak anak kuliah s1 itu lebih pinter2 dari pada anak2 kuliah s2. Mungkin karena anak2 kuliah s2 itu fokusnya bukan cuma kuliah, tp bekerja, dan ada yang mengurus rumah tangga juga. Ini pendapat pribadiku ya. Jadi kalau ada yang tidak setuju, harap bersabar. 😁😂

Kuliah di kelas berjalan 1.5 tahun. Nah setelah itu thesis rasanya stagnan. Tidak ada perkembangan. Sebenarnya salah pribadi, tapi rasanya kok dosennya gak antusias untuk membimbing. 2 semester bimbingan rasanya sia sia. Rasanya malas menemui dosen karena tidak ada pertimbangan. Di tambah lagi hamil. Selesai melahirkan, saya bertekad menemui pembimbing 2 (sebelumnya belum pernah ketemu). Dan mulailah saya rajin bimbingan. Hampir seminggu sekali. Saya rasa pembimbing 2 lebih antusias dan saya mendapat pencerahan. Saya menyesal kenapa saya tidak menghampiri pembimbing 2 dari dulu.

Pokoknya penuh perjuangan banget nyelesaian thesis. Rasanya stress berat, apalagi setiap ada chat di grup whatsapp kelas yang ngucapin kelulusan satu demi satu teman yang lulus. Mereka hebat, jadi saya semakin tertekan karena gak lulus lulus. Mikir kuliah, mikir kerja, mikirin bayi. Bulatlah tekad saya untuk rajin bimbingan. Sampai dosennya mungkin bosen kali ya dihubungi sering banget. Tapi alhamdulilah dosbing 1 jadi agak mendingan mungkin karena udah di review sm dosbing 2.

Yang paling nyeseg itu, pas udah mau sidang Toefl nya gak berlaku. Alhasil harus bayar kuliah semester 8. Sedih banget kan. Sayang banget uangnya. Coba kalau bisa sidang 2 minggu lebih cepat. Uang pun gak akan melayang. Tp alhamduliah bisa lulus setelah 7 semester. Tp bayarnya 8 semester. Molor banget. Tapi ya mungkin ini memang sudah jalan dari Tuhan.

Kalau mengingat masa masa itu, rasanya berat banget. Sampai sampai sakit panas dan muntah2 gara gara asam lambung naik kebanyakan pikiran dan harus dibawa ke rumah sakit. Kemudian saya berusaha menenangkan diri saya sendiri. “jangan terlalu dipikirkan. Dijalani saja. Yang penting tetap berusaha. Masalah lulusnya kapan, biar Allah yang menentukan waktunya.”

Bagi teman teman yang masih berjuang , tetap semangat ya. Jangan lupa berdoa dan rajin rajinlah bimbingan sampai dosbing bosen lihat muka kita dan akhirnya di luluskan.

Oh iya teman teman, kita juga harus mengerti betapa sibuknya seorang dosbing. Betapa berat tugas dan tanggungjawabnya. Jadi jangan seperti saya dulu yang menyalahkan dosbing dalam hati.

Pahamilah kalau dosen pembimbing juga manusia biasa yang punya lelah. Maka saat datang bimbingan, sesekali bawakanlah mereka sekedar roti manis pelipur letih. Bukan gratifikasi, hanya sekedar gratisisasi 😂

Semoga diberi kemudahan dalam menyelesaikan tugas akhir. Berusaha, berdoa, berharap. Hasilnya dan waktu lulusnya biar Allah yang menentukan 😊👍👌